Laman

Rabu, 24 Desember 2014

Atasi Gaji Numpang Lewat Dengan Bisnis Sampingan

Atasi Gaji Numpang Lewat Dengan Bisnis Sampingan ~ Banyak diantara kita yang mungkin mengalami hal seperti ini :
Kerja satu bulan penuh berangkat pagi pulang petang belum lagi dilema macet yang kian hari terus meningkat berjuang untuk keluarga tercinta, tapi sayangnya gaji selalu habis dalam waktu hanya satu atau dua minggu ?

Ha..kok cepet amat? belanja apa aja sich belum 30 hari sejak gajian langsung habis.

Kamu boros ya..gak bisa atur keuangan kebanyakan bayar ini itu yang gak perlu.
Kurangi dong belanjanya perbanyak tabungan
Itu pasti petuah yang sering kita dengar jika kita curhat gaji kita sudah abis diawal bulan.
Tanggal 25 terima gaji tanggal 5 bulan berikutnya sudah sibuk cari hutang buat 20 hari ke depan.
Pernah rasain hal ini gak ??? hahahaha tuh banyak yang ngaku..ayo acung tangan..sambil senyum - senyum nih nulis artikel ini.

GAjinya numpang lewat doang, gak pernah awet di dompet
Tanggal 5 atau 10 sudah tipis deh dompetnya hehehe

Yuk kita hitung lebih terperinci buat apa gaji kita ini .
buat bayar cicilan rumah , cicilan kendaraan, bayar uang sekolah anak, bayar asisten rumah tangga,
bayar cicilan kartu kredit, ongkos bensin, dll.
Wuih banyak banget ya yang harus kita bayar.
Menurut para ahli keuangan supaya gaji gak abis sebelum tanggal 25 tiap bulan dengan manajemen amplop
yaitu kita bagi sesuai pengerluaran rutin dan penting untuk didahulukan.
Ada juga caranya dengan merencanakan keuangan dengan tepat yaitu catat pengeluaran, perlu tidaknya pengeluaran
sesuai tujuan yang jelas, lunasi hutang terlebih dahulu dan rajin berinvestasi.

Tapi sebagian besar orang mengeluh gak bisa mengontrol pengeluaran karena lebih besar daripada pendapatan yang diterimanya.
Jadi gaji gak numpang lewat aja tapi dah kurang.
Pengeluaran mengikuti deret ukur , penghasilan mengikuti deret hitung.
Saat penghasilan naik 10% maka pengeluaran lebih dulu naik 50%
Sampai kapanpun gak akan sama.
Pastilah semua orang sudah paham caranya dengan lebih kencang lagi mengikat diri tidak obral pengeluaran.
Tetapi sampai kapan harus berhemat. Sedangkan macam-macam kebutuhan menjadi pengeluaran terus bertambah dari hari ke hari
Kalau dulunya anak masih balita keperluannya hanya susu dan diapers saja , tetapi ketika usia sekolah
maka tentu biaya dan keperluan sekolah menjadi pengeluaran rutin.
Belum lagi biaya tersebut akan terus bertambah nominalnya.

Jika menurut saya supaya gaji gak numpang lewat dan kita gak perlu terlalu berhemat dengan pengeluran rutin yang memang'
menjadi prioritas, maka sebaiknya siapkan diri kita untuk menambah penghasilan.
Memilih untuk mencari penghasilan tambahan atau memulai merintis bisnis sampingan merupakan pilihan yang tepat.
Bahkan Tuhan memerintahkan hambanya untuk berusaha lebih keras agar keinginannya dapat terwujud.

Impian banyak orang adalah ingin memiliki hidup tenang , berkecukupan dan bahagia dengan keluarga tercinta

Solusi menghindari gaji numpang lewat doang yuk investasi waktu dan sedikit uang untuk memulai merintis bisnis sampingan yang sesuai dengan keadaaan masing - 2 -
ingin mencoba bisnis sampingan untuk atasi Gaji Numpang Lewat dengan Bisnis Sampingan klik disini

Hastag :#Gajinumpanglewat  #Bisnissampingan



Read More
Minggu, 21 Desember 2014

Bisnis Sampingan bisa raup omzet 3-5 Juta/Bulan

Bisnis Sampingan bisa raup omzet 3-5 Juta/Bulan
Bisnis Sampingan bisa raup omzet 3-5 Juta/Bulan ~ Memilih Bisnis sampingan memang terkadang susah susah gampang. Anda harus cermat memilih bisnis yang cocok dan bisa menghasilkan untung besar, salah satunya dengan membuka usaha di bidang makanan - Bisnis yang bergerak dibidang makanan mungkin bisa menjadi referensi Anda.

Namun, bila ingin Jenis Produk yang Anda Pasarkan dilirik, Cara jitu dilakukan oleh banyak orang adalah memilih sesuatu yang unik, kreatif, dan berinovasi tinggi. Nah, tak ada salahnya jika mencoba menjadi agen atau reseller dari abon lele bermerek LeleQu. Ya, abon lele ini adalah sebuah brand bisnis makanan yang menggunakan bahan dasar ikan lele.

Tak hanya untuk dan sekadar dipasarkan saja, perluasan makanan ini dinilai menjadi salah satu satu sarana untuk melestarikan warisan kuliner nusantara yang beraneka ragam. Visi perusahaan ini adalah ingin menjadi salah satu makanan khas dari Tegal, sebelumnya maskot dari Tegal yang kita tahu yakni warteg dan bawang.

Sang pemilik LeleQu, Nopi Sugianto mengaku, dia hanyalah seorang petani lele. Tak jarang dirinya menemui banyak kendala ketika menjalani profesi tersebut, yakni pertumbuhan yang tidak merata dari ikan lele. Terkadang ada yang besar, ada juga yang kecil.

Menurut dia, ikan lele yang laku untuk dijual adalah yang berukuran 14-15 sentimeter (cm). “Oleh karena itu, ikan lele yang tidak dapat dijual saya olah menjadi abon lele," ungkap Nopi kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Nopi menceritakan, abon lelenya bermerek LeleQu berdiri pada Juni 2011. Pada mulanya dia beserta komunitas petani lele yang berada di Tegal bingung terhadap lele yang sudah tidak dapat dijual lagi. Kemudian tercetuslah ide membuat abon ini.

Demi memuluskan niatnya, dia mengajukan pinjaman ke Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Pihak PNPM pun meminjamkan modal sebesar Rp10 juta untuk memulai usaha abon lele ini.

"Dengan modal dari PNPM sebesar Rp10 juta, saya mendapatkan omzet per bulannya sekira Rp3 juta-Rp5 juta," ungkapnya.

Dia menambahkan, LeleQu untuk saat ini mempunyai dua rasa, yakni rasa original dan rasa pedas, serta kemasannya pun hanya 100 gram (gr) dan 250 gr dengan masing-masing harga yang dibanderol sebesar Rp25 ribu dan Rp60 ribu.

Dituturkannya, pemasaran LeleQu saat ini melalui delapan agen yang tersebar, yakni di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Tangerang Kota, Tangerang Selatan, Bogor, Purwokerto, Banyumas, dan Tegal.

"Jika ada yang mau menjadi agen atau reseller bisa menghubungi langsung ke daerah-daerah yang sudah menjadi agen LeleQu, dengan modal sebesar Rp10 juta bisa menjadi agen atau reseller," kata Nopi.

Nopi juga mengatakan, dari program pemasaran berbasis agen ini, ia telah mendapat keuntungan sebesar 20 persen. Nopi pun berharap bahwa LeleQu bisa menjadi peluang Usaha yang baru dan menarik.

"Nilai gizi ikan lele termasuk tinggi dan baik untuk kesehatan, karena tergolong makanan dengan kandungan lemak yang relatif rendah dan mineral yang relatif tinggi. Kandungan lemak ikan lele hanya dua gram, jauh lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi (14 gr) dan daging ayam (25 gr). Selain kaya zat gizi, lele juga membantu pertumbuhan janin dalam kandungan dan sangat baik bagi jantung karena rendah lemak," pungkasnya.

Demikian info Bisnis Sampingan bisa raup omzet 3-5 Juta/Bulan semoga bermanfaat

Read More